Penjualan Dan Promosi
Bentuk penjualan
Ada beberapa bentuk penjualan yaitu penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan tender, penjualan ekspor, penjualan konsinyasi, dan penjualan grosir.
Berikut penjelasannya:
- Penjualan tunai. Penjualan tunai adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan secara tunai atau kontan. Pada penjualan tunai, pembeli langsung membayar produk yang jual penjual dengan harga yang disepakati.
- Penjualan kredit. Penjualan kredit adalah penjualan yang pembayarannya tidak dilakukan secara tunai. Pembeli akan membayar dengan cara angsuran atau kredit sesuai dengan kesepakatan dengan penjual.
- Penjualan tender. Penjualan tender adalah penjualan yang dilakukan secara lelang. Di mana penjual akan mempresentasikan produknya kepada pembeli, pembeli kemudian akan memilih produk terbaik yang mereka inginkan.
- Penjualan ekspor. Penjualan ekspor adalah penjualan yang dilakukan antar negara. Produk yang diproduksi negara tertentu akan dijual (diekspor) ke negara lain untuk mendapatkan keuntungan.
- Penjualan konsinyasi. Penjualan konsinyasi adalah penjualan yang dilakukan kepada perantara. Contoh paling umum penjualan konsinyasi adalah reseller. Di mana penjual akan menjual barang kepada reseller, dan reseller akan menjualnya lagi kepada oran lain. ketika produk tidak habis dijual, maka barang bisa dikembalikan pada penjual pertama.
- Penjualan grosir. Penjualan grosir adalah penjualan dalam volume besar. Penjualan grosir menjual produk dengan harga yang lebih murah namun dalam jumlah banyak untuk kembali dijual.
Jenis penjualan
Menurut Badu Swastha dalam buku Manajemen Penjualan (2001), ada lima jenis penjualan yaitu trade selling, missionary selling, technical selling, new business selling, dan responsive selling.
Dengan penjelasan sebagai berikut:
- Trade selling. Trade selling adalah jenis penjualan dimana produsen produk membebaskan pengecer untuk memperbaiki distribusi produknya. Trade selling memiliki titik berat pada distributor yang melakukan pemasaran agar mendapat penjualan yang bagus.
- Missionary. selling Missionary selling adalah jenis penjualan pada produsen yang memiliki penyalur produknya sendiri. Misionary selling dilakukan dengan mendorong pembeli untuk membeli produk dari penyalur tersebut.
- Technical selling. Technical selling adalah jenis penjualan yang bersifat teknis. Technical selling menjual produk yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tertentu yang dimiliki konsumen. Sehingga technical selling memiliki orientasi pasarnya tersendiri.
- New business selling. New business selling adalah jenis penjualan yang meningkatkan penjualan dengan cara mencari pembeli baru. Contoh new bussines selling adalah perusahaan asuransi.
- Responsive selling. Responsive selling adalah jenis penjualan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Di mana penjual sangat responsif terhadap reaksi yang ditimbulkan oleh pembeli. Jenis penjualan ini menghasilkan hubungan yang erat berlandaskan kepercayaan antar pembeli dan penjual.
Tujuan Pemasaran
1. Paham Pasar
Untuk melakukan pemasaran yang tepat sasaran dan berdaya guna, maka seorang manajer pemasaran haruslah memahami kondisi pasar dan konsumen. Hal ini karena keduanya merupakan target potensial yang harus dicapai oleh suatu perusahaan. Kondisi pasar disini tidak hanya tren yang sedang berkembang di kalangan konsumen, namun juga pesaing-pesaing terhadap produk yang dihasilkan. Selain itu, harus memahami kebutuhan yang sedang meningkat, keinginan dan selera dari pasar itu sendiri, daya beli seorang konsumen terhadap produk. Serta keunggulan dan kelemahan suatu produk sehingga mempengaruhi keputusan pembeli dalam mendapatkan produk tersebut.
2. Menciptakan Produk Sesuai Kebutuhan
Produk yang sesuai dengan kebutuhan dapat menjamin kelangsungan dari perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi seorang manajer pemasaran mengetahui produk yang sedang berkembang.Sehingga, ketika perusahaan melakukan inovasi terhadap suatu produk dapat sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk dapat menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan ini tidak lepas dari pemahaman terhadap pasar dan konsumen. Sehingga, pihak perancangan dan pengembangan produk dapat menyesuaikan produknya sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
3. Membangun Citra Produk
Tujuan pemasaran yang berikutnya adalah membangun citra produk agar memiliki nama yang baik dan mudah dikenal oleh konsumen. Sehingga, ketika produk telah populer dan mudah ditemukan secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Membangun citra produk dapat dilakukan melalui promosi, baik dengan pengiklanan, promosi secara langsung maupun tidak langsung. Umumnya, pengiklanan memiliki pengaruh yang besar terhadap citra produk. Selain itu, produk dapat diperkenalkan melalui acara-acara khusus yang memiliki tema yang sama atau hampir sama dengan produk atau jasa yang akan dipasarkan. Sehingga, para pembeli akan berkumpul dalam satu kegiatan tersebut. Secara tidak langsung, produk yang ditawarkan akan mulai dikenal oleh masyarakat.
4. Mencapai Citra yang Dibangun
Citra dari suatu produk amat penting untuk dibangun dan melekat sebagai kekhasan dari produk tersebut. Misalnya produk-produk perawatan wajah haruslah memiliki citra kecantikan seorang wanita. Produk elektronik haruslah memiliki citra yang menonjolkan kecanggihan suatu teknologi dan simbol modernisasi suatu zaman. Untuk dapat mencapai citra yang diinginkan dari suatu produk dapat menggunakan berbagai cara. Salah satunya menggunakan seorang selebriti yang mampu mewakili citra dari produk tersebut. Selain itu, dapat pula dibangun melalui iklan atau acara-acara tertentu yang mewakili citra dari produk tersebut. Sehingga, produk atau jasa yang diproduksi memiliki suatu kekhasan dan citra yang mudah diingat oleh konsumen.
5. Penjualan
Penjualan merupakan tujuan utama dari suatu pemasaran dilakukan. Untuk dapat mencapai suatu target penjualan yang telah ditetapkan oleh manajer pemasaran, maka suatu strategi pemasaran dirancang dan dilakukan oleh tim. Seorang manajer pemasaran haruslah mampu melakukan peramalan permintaan dan target penjualan setiap periode. Sehingga, perusahaan tetap mampu berjalan dan memenuhi target.
6. Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen merupakan target utama yang harus tercapai dari tujuan pemasaran. Seorang konsumen yang telah puas terhadap suatu produk tersebut, bahkan setia menggunakannya dan tidak berpindah pada produk lainnya merupakan target yang harus terpenuhi. Adanya kesetiaan konsumen ini, secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah konsumen baru dan pada akhirnya penjualan meningkat.
Promosi
Tujuan utama promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk,
serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.
Tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
A. Menginformasikan (informing), dapat berupa :
1. Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru.
2. Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk.
3. Menyampaikan perubahan harga kepada pasar.
4. Menjalaskan cara kerja suatu produk.
5. Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan.
6. Meluruskan kesan yang keliru.
7. Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli.
8. Membangun citra perusahaan.
B. Membujuk pelanggan sasaran (persuading)
1. Membentuk pilihan merek.
2. Mengalihkan pilihan ke merek tertentu.
3. Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk.
4. Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga.
5. Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga (salesman).
C. Mengingatkan (reminding), dapat terdiri atas :
1. Mengingatkan pembeli bahwa produk yang dibutuhkan dalam waktu
dekat.
2. Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan.
3. Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan.
4. Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh ada produk perusahaan.
Komentar
Posting Komentar