Marketing Campaign Yang Efektif
Kampanye pemasaran atau marketing campaign adalah strategi untuk mempromosikan suatu aspek tertentu dari bisnis. Misalnya, meningkatkan brand awareness atau untuk mendapatkan feedback dari konsumen.
Dengan kata lain, marketing campaign ini bukanlah strategi utama pemasaran suatu brand. Melainkan hanyalah bagian kecil dari strategi pemasaran secara keseluruhan. Seperti sebagai promosi menyambut event tertentu. Misalnya, event gajian di marketplace, promo menjelang hari raya, cuci gudang akhir tahun, dan semacamnya.
Umumnya, marketing campaign ini dijalankan dengan berbagai media tergantung dari tujuannya. Mulai dari email, selebaran, baliho, televisi, radio, PPC, hingga media sosial.
1. Mengatur tujuan dan batasan dari marketing campaign
Menentukan tujuan yang ingin dicapai dari campaign merupakan hal yang utama yang harus dilakukan agar Anda tidak salah langkah. Selain itu, pastikan juga waktu yang dibutuhkan target pasar yang ingin Anda tuju dari produk yang Anda buat.
2. Menentukan batasan kesuksesan
Batasan kesuksesan yang dimaksudkan adalah saat Anda sudah mencapai tujuan yang telah Anda buat maka campaign sebaiknya dihentikan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengevaluasi dari campaign yang telah lakukan selama ini. Mungkin dengan adanya evaluasi ini bisa menentukan target baru yang menyukai produk Anda dan melakukan campaign marketing baru dengan brand yang baru.
3. Mengatur dana campaign
Dana atau anggaran merupakan hal penting dalam campaign marketing. Kita harus mengatur anggaran pemasangan iklan di televisi, di Koran dan media lainnya dengan teliti agar tidak terjadi kerugian. Selain itu, Anda juga bisa menjalankan campaign di platform gratis yang ada di media sosial.
Bagaimana dan Kapan Anda Menjalankan Marketing Campaign
Marketing campaign itu berkaitan erat dengan timing. Timing yang tidak tepat akan membuat campaign Anda tak digubris oleh publik.
Misalnya, Anda menjalankan kampanye untuk mempromosikan paket travel baru ke New Zealand. Namun ternyata, sedang ada pandemi global yang melarang orang-orang untuk bepergian. Bisa-bisa kampanye Anda malah dihujat oleh netizen.
Jadi, buatlah marketing campaign dengan melihat kondisi yang ada di Indonesia. Dengan begini, Anda bisa tahu apakah ini merupakan saat yang tepat untuk menjalankan marketing campaign atau tidak. Untungnya, Anda bisa menggunakan Google Trends untuk membantu mengetahui topik apa yang sedang hangat dibicarakan.
Selain itu, perhatikan dua hal ini saat hendak merilis kampanye di media yang Anda pilih:
1. Setiap Media Memiliki Jam Sibuknya Sendiri
Jika Anda ingin marketing campaign dilihat oleh banyak orang, perhatikan jam sibuk di media yang dipilih. Sebab, bisa saja website Anda paling banyak pengunjung di hari jumat pukul tujuh malam. Namun ternyata, akun Instagram Anda paling banyak mendapatkan likes dan komentar di hari sabtu pukul 10 pagi.Melihat hal tersebut, sebaiknya Anda tidak merilis kampanye di semua media pada waktu bersamaan. Kecuali, jika media yang Anda pilih semuanya sibuk di waktu yang sama atau berdekatan.
2. Beda Target Audiens, Beda Juga Jam Sibuknya
Tak semua jenis orang akan mengakses suatu media di waktu yang bersamaan. Misalnya, follower Instagram Anda yang berumur 30-an tahun umumnya jarang membuka Instagram di hari dan jam kerja. Jadi, perhatikan juga kapan target audience kampanye Anda mengakses media tersebut agar tak salah sasaran. Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu dan melihat analytics di website atau di masing-masing media sosial.
Bagaimana Anda Mengukur Hasil Marketing Campaign
Jawaban dari pertanyaan ini akan berbeda-beda tergantung tujuan Anda. Bisa saja jawaban Anda, “jumlah retweet di Twitter,” “jumlah pembelian produk baru,” “jumlah subscribers di YouTube,” “jumlah conversion rate” atau bahkan keempat-empatnya sekaligus.
- Mempromosikan produk atau jasa baru: jumlah pre-order, pembelian, atau CTR
- Meningkatkan brand awareness: jumlah followers di media sosial, jumlah traffic website sebulannya, jumlah diliput oleh situs berita.
- Mendapatkan feedback dari konsumen: jumlah mention di media sosial, jumlah partisipan survey, jumlah review konsumen.
- Meningkatkan pendapatan: jumlah conversion rate, leads, penjualan.
- Mengumpulkan User Generated Content: jumlah followers, jumlah partisipan di media sosial.
- Mengingatkan engagement: jumlah komentar di blog, jumlah share artikel, share media sosial, jumlah like video, jumlah interaksi lewat private message di media sosial.
- Mengiklankan event yang akan datang: jumlah booking, tiket terjual, mention media sosial, ulasan di situs berita.
Komentar
Posting Komentar